JAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang kembali mencatatkan peran strategisnya di kancah nasional. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Wakidul Kohar, M.Ag., resmi dipercaya untuk memimpin Forum LPPM Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Kepercayaan besar ini disepakati melalui musyawarah mufakat dalam agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LPPM PTKIN yang berlangsung di Grand Orchardz Hotel, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026). Keterpilihan Prof. Wakidul Kohar menjadi kebanggaan tersendiri bagi sivitas akademika UIN Imam Bonjol Padang, sekaligus merepresentasikan pengakuan nasional atas kapasitas kepemimpinan dan dedikasi institusi dalam mengawal mutu riset serta pengabdian masyarakat.
Dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Forum LPPM PTKIN, Prof. Wakidul Kohar akan didampingi oleh jajaran pengurus inti, yakni Dr. Shofiul Huda sebagai Sekretaris dan Prof. Rosmaina sebagai Bendahara.
Guna memastikan rentang koordinasi yang solid dan inklusif di seluruh penjuru nusantara, Rakornas juga menetapkan formasi Koordinator Regional. Posisi tersebut diamanahkan kepada Yendrizal (Koordinator Sumatera), Dr. Hasni Noor (Koordinator Kalimantan), Hamman (Koordinator Jawa), Prof. Nur Paikah (Koordinator Sulawesi), dan Prof. Kadri (Koordinator Wilayah Timur). Struktur kepengurusan yang komprehensif ini dibentuk untuk membangun tata kelola forum yang lebih efektif, responsif, dan terintegrasi.
Sebagai nakhoda baru Forum LPPM PTKIN, kepemimpinan Prof. Wakidul Kohar dihadapkan pada sejumlah mandat penting. Dalam arahannya pada forum tersebut, Prof. Naim menegaskan bahwa Forum LPPM bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan mitra strategis Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI dalam merumuskan dan mengawal kebijakan Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas).
Terdapat tiga agenda prioritas yang menjadi fokus utama kepengurusan baru ini. Pertama, membangun komunikasi yang intensif dan sinergis dengan forum-forum pusat studi di bawah koordinasi LPPM. Kedua, mengonsolidasikan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nasional sebagai program kolaboratif unggulan antar-PTKIN. Ketiga, memperkuat komunikasi strategis dengan Kementerian Agama terkait pengembangan program Litapdimas yang berdampak luas bagi masyarakat.
Bagi UIN Imam Bonjol Padang, keterpilihan ini adalah momentum emas untuk terus berada di garis depan dalam memajukan peradaban akademik Islam di Indonesia. Terbentuknya kepengurusan baru ini sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru penguatan jejaring LPPM PTKIN untuk menjawab tantangan zaman, mengakomodasi kebutuhan daerah, serta memastikan luaran riset dan pengabdian PTKIN semakin bermutu, aplikatif, dan berkelanjutan.
Tim LPPM UIN Imam Bonjol Padang

