Gelorakan Spirit ‘An-Nahl’, Menko Muhaimin Iskandar Lepas 2.500 Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol untuk Akselerasi SDG 8
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Lepas 2.500 Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol

Gelorakan Spirit ‘An-Nahl’, Menko Muhaimin Iskandar Lepas 2.500 Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol untuk Akselerasi SDG 8

PADANG – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., secara resmi memberikan pembekalan dan melepas lebih dari 2.500 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 52 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Bertempat di Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Senin (15/6/2026), kehadiran Menko PMK ini menyuntikkan energi baru bagi mahasiswa untuk mengabdi sebagai agen perubahan demi menggerakkan ekonomi desa yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Acara berskala besar yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang ini mengusung tema besar “An Nahl Berdampak: Berdaya, Tangguh, dan Berbudaya”. Tema filosofis ini diambil dari karakter lebah (An-Nahl) yang selalu bekerja secara kolaboratif, produktif, dan membawa kemaslahatan bagi lingkungan sekitar tanpa merusak tatanan yang ada.

Dalam orasi ilmiahnya di hadapan ribuan mahasiswa, Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar—atau yang akrab disapa Cak Imin—menegaskan bahwa KKN tidak boleh lagi sekadar menjadi ritual pemenuhan Satuan Kredit Semester (SKS) yang bersifat formalitas akademik.

“Kalian datang ke desa-desa bukan sebagai penonton, melainkan sebagai penggerak. Mahasiswa harus mampu mengintegrasikan pengalaman teoretis yang didapat di bangku kuliah dengan realitas empiris di lapangan untuk membuka peluang-peluang ekonomi baru bagi masyarakat rural,” ujar Muhaimin Iskandar di Padang, Senin (15/6/2026).

Mendorong Produktivitas Desa demi Capaian SDG 8

Keterkaitan program KKN Periode 52 ini dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8 menjadi fokus utama pembekalan. SDGs poin 8 menekankan pentingnya peningkatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua.

Menko Muhaimin menerangkan bahwa tantangan ekonomi di tingkat akar rumput saat ini memerlukan intervensi teknologi sederhana, inovasi pemasaran, dan penguatan kelembagaan lokal seperti UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di sinilah peran lintas disiplin ilmu dari 2.500 lebih mahasiswa UIN Imam Bonjol diuji.

“Saya meminta ‘Pasukan Lebah’ dari UIN Imam Bonjol ini untuk melakukan pemetaan aset ekonomi desa. Bantu para petani, pelaku industri rumah tangga, dan pemuda desa setempat agar mereka memiliki daya saing. Jika produktivitas ekonomi desa meningkat, lapangan kerja baru akan tercipta secara mandiri, mengurangi angka pengangguran, dan otomatis kita berkontribusi nyata pada target SDG 8,” tambah Menko Muhaimin.

Filosofi Kampus Berdampak dan Transformasi Sosial

Berdasarkan rancangan kegiatan dari pihak universitas, paradigma “Kampus Berdampak” menjadi fondasi moral bahwa pendidikan tinggi wajib memberikan solusi konkret atas persoalan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu menurunkan ego sektoral keilmuan dan melebur bersama warga.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang melalui jajaran LP2M menjelaskan bahwa ribuan mahasiswa ini akan disebar ke berbagai pelosok nagari dan desa di Sumatra Barat. Karakter lebah yang menghisap sari bunga tanpa mematahkan tangkainya diharapkan menjadi representasi cara kerja mahasiswa: menyerap ilmu kehidupan dari masyarakat, menghormati kearifan lokal (local wisdom), namun mampu menghasilkan ‘madu’ berupa program pemberdayaan yang manis bagi kesejahteraan warga setempat.

Fokus program kerja KKN kali ini meliputi digitalisasi UMKM desa, pelatihan manajemen keuangan keluarga, pendampingan sertifikasi halal bagi produk lokal, serta optimalisasi potensi wisata desa. Seluruh klaster program tersebut diarahkan untuk membangun resiliensi ekonomi masyarakat pasca-pandemi dan gejolak inflasi global.

Sinergi Pemerintah dan Akademisi Menuju Kemandirian

Kuliah umum ini juga menandai pentingnya kolaborasi pentahelix antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, perbankan, dan masyarakat sipil. Data dari Kementerian Pemberdayaan Masyarakat menunjukkan bahwa akselerasi kemandirian desa bergerak jauh lebih cepat ketika didukung oleh intervensi riset dan pendampingan dari kalangan akademisi secara berkelanjutan.

Badan Pelaksana KKN UIN Imam Bonjol menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat dan evaluasi berkala terhadap output program yang dijalankan mahasiswa di lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap kegiatan yang dirancang benar-benar meninggalkan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi wilayah penempatan, bukan sekadar program temporer.

Sebagai tindak lanjut dari pelepasan ini, 2.500 lebih mahasiswa akan langsung diberangkatkan menuju lokasi pengabdian masing-masing mulai pertengahan Juni ini. Pihak universitas dan Kementerian Pemberdayaan Masyarakat berharap, sinergi teoretis-empiris yang dibawa oleh mahasiswa mampu memicu lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa, sekaligus mengukuhkan peran nyata UIN Imam Bonjol Padang dalam pembangunan nasional berbasis keadilan dan kemandirian ekonomi berkelanjutan.

TIM LP2M