Workshop Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045

Workshop Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045

Dalam rangka memperkuat komitmen dan aksi nyata perlindungan bagi perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatra Barat menggelar Workshop Penguatan Aksi Nyata Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Sumbar Tangguh 2045.

Kegiatan ini mengundang Lailatur Rahmi, M.Hum., Kepala Pusat Pengembangan Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Imam Bonjol Padang untuk memberikan perspektif akademis dan praktis dalam mengintegrasikan isu gender dan anak dalam berbagai program pembangunan.

Workshop yang digelar secara hybrid ini difokuskan untuk menyusun langkah-langkah strategis dan terpadu. Materi yang dibahas mencakup beberapa poin penting, di antaranya:

  1. Sosialisasi Nagari Gender & Anak, sebagai upaya membangun kesadaran dan komitmen di tingkat nagari.

  2. Penerapan Sekolah/Madrasah Ramah Anak dan Responsif Gender, untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif.

  3. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu berbasis “1 Prodi (1 Dosen) – 1 Dampingan”. Program kolaboratif antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, adat, dan karang taruna ini dirancang untuk mendampingi nagari dan pesantren secara berkelanjutan. Wilayah KKN akan difokuskan pada nagari binaan dan pesantren yang menuju standar Lembaga Khusus Ramah Anak (LPKRA).

Dalam diskusi menekankan pentingnya sinergi yang konkret antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kolaborasi melalui program seperti KKN Terpadu ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi aksi nyata yang terprogram dan terukur dampaknya bagi perlindungan perempuan dan anak di tingkat akar rumput.

Sementara itu, perwakilan dari DP3AP2KB Provinsi Sumbar menyampaikan materi mengenai Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak. Diskusi berlanjut pada koordinasi lebih lanjut untuk memastikan seluruh rencana aksi dapat diimplementasikan dengan baik, termasuk standardisasi pesantren ramah anak mencontoh keberhasilan model yang telah ada seperti di SMA Negeri 5 Bukittinggi dan Tanjung Pati.

Kegiatan workshop ini diharapkan menjadi pemantik untuk terciptanya SINERGI PANTAU SUMBAR 2045, sebuah gerakan terpadu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Sumatra Barat yang tangguh, adil, dan setara bagi perempuan dan anak pada tahun 2045.