Men-studi atau mengkaji agama bisa dimaknai dengan meneliti agama atau keberagamaan masyarakat. Meneliti agama tentu menghendaki adanya perspektif dan metodologi. Karena proses riset mesti berujung pada diperolehnya keterangan-keterangan ilmiah tentang agama dan perilaku keagamaan dimana keterangan-keterangan tersebut akan sangat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan perancangan kebijakan pengembangan kehidupan beragama dan masyarakat pada umumnya. Kata perspektif disini menghendaki adanya cara bagaimana agama itu ditelaah. Beragam cara menelaah agama sesuai dengan perspektif yang digunakan. Diantara perspektif-perspektif tersebut adalah sosiologi, antropologi, psikologi, teologi, sejarah, filsafat. Belakangan muncul pendekatan interdisipliner terhadap agama yang dikembangkan oleh prodi-prodi Studi Agama-Agama, diantaranya Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UIN Imam Bonjol Padang, yakni relasi agama dan negara, relasi agama dan politik, agama dan multikulturalisme, agama dan globalisasi, dan agama dan lokalitas atau kearifan lokal.
Kearifan lokal, lokal genius, lokal knowledge merupakan “world view” yang berisi nilai, norma, kebiasaan, kelembagaan dan artefak lokal yang bisa digunakan sebagai petunjuk untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang mereka miliki. World view lokal bisa digunakan sebagai perspektif atau objek dalam kajian agama dan pengembangan kehidupan keagamaan. Dialog agama dan kearifan lokal akan melahirkan pola pemahaman dan ekspresi beragama yang bernuansa lokal dan mampu menyapa masyarakat dengan karakteristik dan kebutuhan yang mereka miliki. Dialog agama dan kearifan lokal yang digawangi akademisi kampus melalui riset-riset grounded dan etnografi dengan cara mengeksplorasi dan memproduksi makna keagamaan berbasis masyarakat lokal akan melahirkan temuan-temuan akademis tentang perilaku keagamaan. Temuan-temuan akademik berbasis riset ini bisa dijadikan sebagai paradigma keilmuan dalam upaya merancang dan mengembangkan program studi berbasis agama yang dibingkai dengan kearifan lokal.
Disarikan dari “Workshop Metodologi Penelitian Agama dan Kearifan Lokal” Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sjech Muhammad Djamil Djambek Bukitinggi, 14 Oktober 2024. Terima kasih Bapak Dekan Prof. Dr. Syafwan Rozi, M.Ag dan Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Zulfan Taufik, MA dan segenap pimpinan dan dosen yang telah mengundang saya sebagai narasumber dalam Workshop ini dan mohon maaf kalau yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan


