LP2M UIN Imam Bonjol Padang kembali mengambil langkah strategis dalam penguatan kurikulum berbasis nilai kebangsaan dan keagamaan moderat melalui kegiatan “Insersi Moderasi Beragama ke Mata Kuliah Universitas” yang digelar di Kampus II Pascasarjana UIN Imam Bonjol. Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama dapat terintegrasi secara sistematis ke dalam seluruh mata kuliah universitas.
Kegiatan dibuka oleh Ketua LP2M UIN Imam Bonjol Padang, Dr. Wakidul Kohar, M.Ag, yang menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya slogan kelembagaan, tetapi menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter akademik dan moral mahasiswa di era yang penuh tantangan sosial-keagamaan.
Inisiatif ini digagas oleh Kepala Pusat Moderasi Beragama, Dr. Abdulah Khusairi, yang menyoroti urgensi harmonisasi antara nilai-nilai moderasi dengan desain pembelajaran di level universitas. Menurutnya, insersi ini harus dipahami bukan sebagai penambahan beban kurikulum, melainkan sebagai penguatan perspektif inklusif yang melekat pada setiap bidang ilmu.
Kegiatan ini menghadirkan para narasumber kompeten, salah satunya Dr. Adlia Alfiriani, M.Pd, yang memberikan pemaparan terkait strategi integrasi moderasi beragama dalam proses pembelajaran. Para narasumber lainnya turut membahas pendekatan pedagogis serta model evaluasi yang relevan dalam memperkuat nilai-nilai moderasi di ruang kelas. Para dosen pengampu Mata Kuliah Universitas terlibat aktif dalam merumuskan format implementasi yang kontekstual dan aplikatif.
Sebagai tindak lanjut, output kegiatan ini akan diformulasikan dan diintegrasikan lebih lanjut oleh Kepala Pusat Integrasi Keilmuan, Rahmat Satria Dinata, M.Pd.I. Beliau akan memimpin proses harmonisasi konsep moderasi beragama dengan kerangka integrasi keilmuan UIN Imam Bonjol, sehingga menghasilkan dokumen dan panduan implementasi yang siap diterapkan pada setiap mata kuliah universitas.
Dengan kolaborasi antarpusat di bawah LP2M ini, UIN Imam Bonjol mempertegas komitmennya untuk menciptakan atmosfer akademik yang moderat, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan.



