Padang, 22 Oktober 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang menggelar Seminar Nasional dengan tajuk “Strategi Inovatif Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas dan Teknologi”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Ushuluddin Lantai 3 pada tanggal 22 Oktober 2025 ini secara resmi dibuka oleh Ketua LP2M, Dr. Wakidul Kohar, M.Ag.
Dalam sambutannya, Dr. Wakidul Kohar menegaskan komitmen kampus untuk berkontribusi nyata dalam membangun ketahanan bencana. “Seminar ini bukan hanya sebagai wahana diskusi, tetapi merupakan langkah strategis LP2M untuk mendorong terwujudnya lingkungan kampus yang aman dan tangguh. Salah satu output nyata yang kita targetkan dari pertemuan hari ini adalah terbentuknya draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Tanggap Bencana untuk UIN Imam Bonjol Padang,” ujarnya.
Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, relawan kebencanaan, perwakilan BPBD, dan organisasi masyarakat ini berfokus pada penyusunan strategi penanggulangan bencana yang integratif.
Ahli Kebencanaan Sumbangkan Pemikiran untuk SOP Kampus
Sebagai bentuk komitmen tersebut, seminar menghadirkan dua pakar kebencanaan ternama asal Sumatera Barat untuk memberikan masukan berharga dalam perumusan draf SOP:
-
Khalid Saifullah, S.Sos., Rajo Basa Destana
Seorang penggiat kebencanaan dan lingkungan hidup dengan pengalaman fasilitasi penyusunan dokumen kebencanaan lebih dari 15 tahun. Khalid, yang juga merupakan Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Sumatera Barat periode 2014-2022, menyoroti pentingnya sebuah SOP yang mudah dipahami dan dijalankan.
“Sebuah SOP Tanggap Bencana untuk lingkungan kampus harus jelas, sederhana, dan telah disosialisasikan secara masif. Pengalaman kami memfasilitasi penyusunan dan pengujian Renkon hingga level provinsi dapat diadaptasi untuk menciptakan protokol evakuasi, komunikasi, dan koordinasi yang efektif di dalam kampus,” papar pria yang kerap menjadi narasumber untuk BNPB dan BPBD ini. -
Yusdavidson, ST., Dt. Panglimo Batuah
Sebagai Master Trainer dan CEO PT. Bianglala Adventure Indonesia, Yusdavidson menekankan pada aspek pelatihan dan simulasi. “SOP yang baik harus diuji dan dilatihkan secara berkala. Kami siap mendukung LP2M dalam mengembangkan modul pelatihan dan simulasi tanggap darurat bagi sivitas akademika UIN Imam Bonjol, dengan memadukan pendekatan teknis dan manajemen kebencanaan,” jelasnya yang pernah menjabat sebagai Unsur Pengarah/Ahli BPBD Kota Solok.
Menuju Kampus Tangguh Bencana
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seminar, tetapi akan dilanjutkan dengan pembentukan tim kecil yang akan merampungkan draf SOP Tanggap Bencana UIN Imam Bonjol Padang dengan mengakomodir masukan dari para narasumber dan peserta.
“Dengan adanya SOP yang komprehensif, diharapkan seluruh warga kampus dapat mengetahui peran dan tugasnya masing-masing ketika terjadi keadaan darurat bencana. Ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk menciptakan kampus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh menghadapi ancaman,” tutup Dr. Wakidul Kohar menegaskan.




