Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Imam Bonjol Padang sukses menyelenggarakan Lokakarya “Strategi Publikasi Ilmiah Non-APC untuk Sinta dan Scopus” pada Selasa (7/10/2025) di ruang Rapat Lantai I Rektorat Kampus III. Kegiatan yang dihadiri oleh 40 orang dosen dan peneliti ini digelar sebagai respons atas tantangan publikasi internasional yang dihadapi para akademisi, terutama terkait tingginya biaya Article Processing Charge (APC).
Dalam sambutannya yang membuka acara secara resmi, Ketua LP2M menekankan urgensi kegiatan ini. “Kita tidak lagi sekadar berdiskusi tentang ‘cara publikasi’, tetapi kita sedang menggalang strategi untuk merebut kedaulatan akademik. Tantangan biaya publikasi (APC) yang sering mencapai puluhan juta rupiah bukan lagi isu sampingan, melainkan krisis terselubung yang menghambat diseminasi ilmu dan reputasi institusi kita,” tegasnya. Beliau menambahkan bahwa strategi non-APC adalah solusi strategis untuk meningkatkan angka publikasi tanpa terbebani biaya, mengoptimalkan anggaran penelitian, dan meningkatkan daya saing global UIN Imam Bonjol.
Lokakarya ini menghadirkan pakar Prof. Dr. Syafrimen, M.Pd., yang membagikan strategi komprehensif dan tips praktis untuk mempublikasikan karya ilmiah di jurnal terindeks Sinta dan Scopus tanpa membayar biaya penulis (non-APC).
Pemaparan materi dibagi dalam beberapa sesi kunci. Pada sesi pertama, Prof. Syafrimen memetakan lanskap publikasi internasional dan mengajarkan peserta cara mengidentifikasi jurnal-jurnal bereputasi non-APC. “Fokus pada kualitas manuskrip adalah kunci utama. Banyak jurnal di kuartil bawah (Q3/Q4) Scopus dan Sinta 1-2 yang tidak memungut biaya, tetapi tetap menjaga kualitas peer-review yang ketat,” jelasnya.
Sesi kedua yang berlangsung interaktif difasilitasi dengan baik oleh Alfred, M.Sos., selaku Koordinator Rumah Jurnal UIN Imam Bonjol yang bertindak sebagai moderator. Pada sesi ini, peserta diajak mendalami teknik penulisan yang memenuhi standar internasional dan strategi merespons komentar dari reviewer untuk meningkatkan peluang penerimaan naskah.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama acara berlangsung. Salah satu peserta, seorang dosen muda dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, mengaku sangat terbantu. “Selama ini kami sering mentok karena naskah bagus tapi tidak ada dana untuk bayar APC. Workshop ini membuka wawasan dan memberi jalan keluar yang sangat nyata. Ilmunya aplikatif sekali,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi percepatan peningkatan jumlah dan kualitas publikasi dosen UIN Imam Bonjol. Dengan menguasai strategi publikasi non-APC, diharapkan tidak ada lagi karya-karya penelitian unggulan yang tertahan akibat kendala finansial, sehingga kontribusi akademik para dosen dapat lebih dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas di kancah ilmu pengetahuan dunia.


